Program pangan murah kembali digelar di Kota Padang sebagai upaya menekan beban belanja rumah tangga. TVRI Sumatera Barat bersama Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) membuka akses kebutuhan pokok dengan tarif di bawah pasaran, bertepatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia serta hari jadi ke-64 LPP TVRI Sumbar.
Bagi pembaca di Malang dan Jawa Timur, stabilitas harga sembako di daerah lain tetap relevan karena rantai pasok nasional saling terkait. Saat harga di sentra produksi atau distribusi terkendali, tekanan inflasi pangan di kota-kota lain, termasuk Malang Raya, cenderung lebih mudah dijaga.
Kolaborasi tahunan yang memasuki tahun keempat
Kepala Stasiun TVRI Sumatera Barat, TB M Yusuf Hidayat, menegaskan kegiatan ini bukan event sesaat. Gerakan tersebut sudah menjadi agenda kolaborasi rutin setiap tahun dan kini berjalan untuk keempat kalinya. Respons warga, menurutnya, selalu positif karena langsung menyentuh kebutuhan dapur sehari-hari.
Ia menekankan komitmen lembaga penyiaran publik untuk hadir tidak hanya lewat siaran, tetapi juga aksi nyata yang meringankan pengeluaran masyarakat. Kerja sama dengan Bapanas dan dinas pangan daerah menjadi kunci agar stok tersedia dan harga tetap terkendali selama gelaran.
Lokasi penjualan dan komoditas yang disiapkan
Kegiatan berlangsung di halaman Kantor UPTD Distribusi, Pasokan dan Akses Pangan, Jalan Bu Pass Kilometer 15, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Titik itu dipilih agar distribusi lebih teratur dan warga mudah mengakses antrean serta informasi harga.
Komoditas strategis yang dijual dengan skema spesial meliputi bawang merah dan bawang putih seharga Rp25.000 per kilogram, minyak goreng Sari Murni Rp21.000 per liter, Minyakita Rp15.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, serta beras Rp160.000 per karung. Selisih terhadap harga pasar cukup terasa sehingga banyak rumah tangga memanfaatkan momen tersebut untuk mengisi stok mingguan.
- Bawang merah dan bawang putih: Rp25.000/kg
- Minyak goreng Sari Murni: Rp21.000/liter
- Minyakita: Rp15.000/liter
- Gula pasir: Rp18.000/kg
- Beras: Rp160.000/karung
Dampak pada daya beli dan ketahanan pangan daerah
Harga khusus ini dirancang agar keluarga berpenghasilan tetap maupun tidak menentu tetap mampu membeli bahan pokok tanpa menunda konsumsi. Selain meringankan kantong, gelaran serupa membantu menjaga kestabilan pasokan di tingkat lokal karena digelar dengan dukungan instansi pangan resmi.
Dari sisi kebijakan, inisiatif TVRI Sumbar, Dinas Pangan Sumbar, dan Bapanas sejalan dengan upaya nasional menjaga daya beli. Ketika warga memperoleh beras, minyak, gula, dan bawang lebih murah, ruang fiskal rumah tangga bisa dialihkan ke kebutuhan lain seperti transportasi, pendidikan anak, atau cadangan darurat.
Pelajaran untuk pemantauan harga di kawasan lain
Meski pusat kegiatan berada di Padang, pola kolaborasi media publik, dinas pangan, dan Bapanas layak dicermati daerah lain. Di Malang, misalnya, warga rutin memantau fluktuasi harga beras, minyak, dan bawang di pasar tradisional maupun ritel modern. Transparansi harga dan penyaluran terukur menjadi faktor yang sama-sama dibutuhkan di berbagai kota.
Keberlanjutan program tahunan juga menunjukkan bahwa intervensi harga tidak harus menunggu krisis. Dengan jadwal tetap, masyarakat punya kepastian kapan bisa memperoleh sembako dengan tarif lebih rendah, sementara pemangku kepentingan dapat merapikan logistik dan pengawasan mutu.
Secara keseluruhan, gerakan di Padang memperlihatkan bahwa sinergi antarlembaga mampu menekan harga kebutuhan pokok tanpa mengorbankan ketersediaan stok. Informasi harga resmi yang disampaikan di lokasi membantu warga membandingkan langsung dengan pasaran harian, sehingga keputusan belanja lebih rasional dan terukur.
Sumber: Republika.
