Rangkaian pengenalan kampus untuk mahasiswa baru Bakrie resmi bergulir di Jakarta, menarik perhatian calon lulusan SMA di berbagai daerah termasuk Malang yang memantau pilihan perguruan tinggi swasta di ibu kota. Sebanyak 1.147 peserta Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti UBakrie’s Week 2026 yang dibuka Senin, 31 Agustus 2026, di Oval Venue, Epicentrum Walk. Program berdurasi lima hari ini dirancang agar maba lebih cepat memahami ritme kuliah, etika akademik, serta keterkaitan materi kelas dengan kebutuhan dunia kerja.
Pembukaan dihadiri pejabat pendidikan tinggi dan pimpinan yayasan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi awal agar mahasiswa siap belajar dalam lingkungan yang aman dan berorientasi industri.
Agenda lima hari di Epicentrum Walk
Kegiatan berlangsung hingga Jumat, 4 September 2026. Dalam periode tersebut, peserta mendapat pembekalan transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi. Materi mencakup cara mengelola waktu kuliah, pengenalan fasilitas, serta pemahaman bahwa setiap mata kuliah idealnya terhubung dengan praktik di lapangan.
Panitia juga menekankan pembentukan karakter dan kesadaran terhadap ruang belajar yang aman. Pendekatan ini diharapkan menekan risiko adaptasi yang keliru sekaligus mendorong kebiasaan akademik yang sehat sejak minggu pertama.
Tokoh yang hadir pada pembukaan
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan hadir memberikan arah. Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ratna Indira Nirwan Bakrie beserta jajaran yayasan, Founder Adinda Bakrie Foundation Adinda Andarina Bakrie, serta Rektor Universitas Bakrie Sofia W. Alisjahbana.
Kehadiran lintas unsur itu menandai dukungan institusional terhadap gelombang maba 2026/2027. Bagi pembaca di Malang yang memiliki kerabat atau alumni berkuliah di Jakarta, momen ini menjadi gambaran bagaimana kampus swasta ibu kota menyiapkan mahasiswa baru secara terstruktur.
Pesan optimisme dari LLDIKTI
Dalam sambutan, Henri Tambunan menempatkan optimisme sebagai modal penting generasi yang baru masuk perguruan tinggi. Ia menilai bekal sikap positif membantu mahasiswa siap memimpin, berkarya, dan mendorong perubahan yang bermanfaat.
Pesan tersebut selaras dengan tujuan UBakrie’s Week: bukan hanya mengenalkan gedung dan peraturan, tetapi menanamkan mentalitas siap belajar dan siap berkontribusi. Mahasiswa didorong melihat kuliah sebagai jembatan ke industri, bukan sekadar pengumpulan SKS.
Nilai bagi calon mahasiswa dari Malang dan Jatim
Meski lokasi acara di Jakarta, pola orientasi semacam ini relevan bagi lulusan SMA/SMK di Malang Raya yang sedang membandingkan kampus. Fokus pada tautan industri, karakter, dan keamanan lingkungan belajar menjadi indikator yang bisa dinilai orang tua saat memilih perguruan tinggi.
- Transisi sekolah ke kampus dijelaskan secara bertahap
- Keterkaitan kurikulum dengan dunia kerja diperkenalkan dini
- Kesadaran lingkungan belajar aman menjadi bagian pembekalan
Dengan 1.147 maba yang dilibatkan, skala program menunjukkan kapasitas penyelenggaraan yang cukup besar. Evaluasi di akhir pekan orientasi biasanya menjadi dasar perbaikan layanan akademik semester berjalan.
Secara keseluruhan, UBakrie’s Week 2026 memosisikan pengenalan kampus sebagai investasi jangka pendek yang berdampak pada kesiapan studi dan karier. Mahasiswa baru diharapkan keluar dari lima hari tersebut dengan peta jalan belajar yang lebih jelas, sementara orang tua mendapat sinyal bahwa kampus menempatkan adaptasi dan tautan industri sebagai prioritas.
Sumber: Sindo News.
