TERKINI
Indeks
Olahraga

Timnas Basket 5×5 Alih Rute lewat Juanda Imbas Erupsi Anak Krakatau

Timnas basket putra 5×5 Indonesia menyesuaikan jalur keberangkatan ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional bandara di Jakarta. Rombongan yang berjumlah 12 pemain kini bertolak dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sebuah titik yang akrab bagi pembaca Jawa Timur, termasuk kawasan Malang Raya yang sering memakai Juanda sebagai gerbang udara utama.

Asian Games 2026 digelar 19 September hingga 4 Oktober 2026. Semula kontingen dijadwalkan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura pada malam Minggu, 7 September 2026. Penutupan Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma memaksa panitia mengubah seluruh rangkaian perjalanan agar jadwal tiba di Jepang tetap terkendali.

Perjalanan darat menuju Surabaya

Atas koordinasi Perbasi dan tim Chef de Mission, skuad 5×5 putra menempuh perjalanan bus dini hari menuju Jawa Timur. Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, menyampaikan bahwa rombongan sempat berhenti makan pagi di Salatiga sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Menurut Jeremy, target penerbangan dari Juanda adalah pukul 19.15 WIB ke Singapura dengan Singapore Airlines, dilanjutkan koneksi pukul 01.20 dini hari 8 September menuju Nagoya. Perubahan ini dilakukan agar pemain tetap bisa tiba di lokasi turnamen tanpa memaksakan rute Jakarta yang sedang nonaktif.

Penjelasan force majeure dari manajer tim

Plt Manajer Timnas Basket 5×5 Putra Indonesia, Ahmad Nuradin, menegaskan seluruh pemain dan staf dalam kondisi aman serta sehat. Ia menyebut penyesuaian rute sebagai dampak keadaan kahar atau force majeure akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang menutup operasional bandara di ibu kota.

Ahmad mengapresiasi kerja sama semua pihak yang memastikan logistik dan dokumen perjalanan tetap berjalan. Ia juga meminta dukungan publik agar kontingen tiba di Aichi-Nagoya dengan lancar dan siap bertanding sesuai kalender resmi Asian Games.

Jadwal lama dan penyesuaian baru

Sebelum dialihkan, rencana awal menempatkan penerbangan Jakarta (CGK)–Singapura (SIN) pada 7 September sekitar pukul 20.15–23.05 WIB. Setelah bandara Jakarta ditutup, opsi Juanda menjadi jalur paling realistis karena masih beroperasi dan terhubung baik ke jaringan penerbangan internasional lewat Singapura.

Bagi masyarakat Malang dan sekitarnya, peralihan ini menegaskan peran Juanda sebagai tulang punggung mobilitas Jawa Timur saat krisis cuaca ekstrem atau gangguan vulkanik menghantam wilayah barat. Koordinasi cepat antara federasi, manajemen tim, dan maskapai menjadi kunci agar 12 pemain tidak kehilangan slot kompetisi.

Harapan jelang debut di Aichi-Nagoya

Dengan rute baru lewat Surabaya, fokus tim beralih ke pemulihan kondisi setelah perjalanan darat panjang dan persiapan teknis menjelang laga Asian Games. Dukungan doa dari masyarakat, termasuk basis penggemar basket di Malang Raya, diharapkan menemani langkah kontingen hingga tiba di Jepang.

Perbasi dan jajaran manajerial terus memantau cuaca serta status bandara agar koneksi Singapura–Nagoya tidak terganggu. Kelancaran transit menjadi penentu kesiapan skuad putra 5×5 saat turun di putaran final multi-event Asia tersebut.

Secara keseluruhan, pengalihan keberangkatan dari Jakarta ke Juanda memperlihatkan fleksibilitas pengelolaan kontingen nasional menghadapi bencana alam mendadak, tanpa mengorbankan target kompetisi di Aichi-Nagoya 2026.

Sumber: Sindo News.

Tag: timnas basket, Asian Games 2026, Juanda Surabaya, Anak Krakatau, Perbasi, Aichi-Nagoya, basket putra, Jawa Timur