TERKINI
Indeks
Jatim

Menko Pangan Desak Sanksi Tegas usai Ratusan Santri Sidoarjo Terdampak Keracunan MBG

Isu keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan setelah kasus keracunan MBG Sidoarjo menimpa lebih dari 500 santri dan penerima manfaat. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan merespons cepat dengan mendesak Badan Gizi Nasional memberi sanksi tegas kepada pengelola maupun pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang terbukti lalai. Pernyataan itu disampaikan di Lampung, Sabtu, 5 September 2026, usai rangkaian LPS Lampung Financial Festival.

Insiden yang dilaporkan terkait SPPG Kalitengah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memicu kekhawatiran di banyak daerah, termasuk kalangan orang tua dan pengelola pendidikan di Malang Raya yang juga menjadi wilayah penerima manfaat program serupa. Bagi pembaca di Malang, kejadian di Sidoarjo menjadi pengingat bahwa standar kebersihan, rantai dingin, dan disiplin penyajian makanan sekolah maupun pesantren tidak boleh longgar.

Prioritas keselamatan penerima manfaat tidak bisa ditawar

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keselamatan anak dan penerima manfaat MBG merupakan hal yang tidak boleh dikompromikan. Ia menekankan, bahkan jika hanya satu orang yang mengalami keracunan, risiko tersebut tetap tidak dapat diterima. Menurutnya, petugas yang tidak disiplin atau lalai dalam menjalankan prosedur wajib diganti.

Sikap tersebut mencerminkan tekanan politik dan administratif agar penyelenggara di lapangan tidak mengabaikan protokol higiene. Program berskala besar seperti MBG menuntut kontrol mutu harian, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi ke pesantren dan sekolah.

Sanksi disesuaikan tingkat kesalahan petugas SPPG

Menko Pangan menjelaskan bahwa bentuk hukuman akan dilihat dari karakter pelanggaran. Jika kelalaian terbukti, pemecatan menjadi opsi yang disebut secara terbuka. Jika ada unsur kesengajaan, sanksi dinilai harus lebih tegas lagi sesuai temuan pemeriksaan.

Pendekatan ini menempatkan akuntabilitas individu di SPPG sebagai ujung tombak. Tanpa penindakan yang jelas, kepercayaan publik terhadap layanan makan bergizi gratis berisiko menurun, terutama di Jawa Timur yang memiliki banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan dengan jumlah santri besar.

Koordinasi dengan Kepala BGN dan fokus penanganan medis

Zulhas mengaku telah menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional setelah menerima laporan soal kejadian di SPPG Kalitengah. Ia meminta penjelasan rinci sekaligus memastikan penanganan medis bagi korban menjadi prioritas utama. Langkah itu penting agar pemulihan kesehatan santri tidak tertunda oleh birokrasi internal.

Bagi wilayah sekitar, termasuk Malang, pantauan terhadap SPPG setempat diharapkan ikut diperketat. Pengelola dapur sekolah dan pesantren perlu meninjau ulang checklist kebersihan, suhu penyimpanan, serta pelatihan petugas agar risiko serupa tidak berulang di kabupaten atau kota lain di Jatim.

Implikasi bagi pengawasan MBG di Jawa Timur

Kasus Sidoarjo menyoroti celah pengawasan operasional di tingkat satuan layanan. Program nasional hanya berjalan aman jika standar di dapur SPPG ditegakkan setiap hari, bukan sekadar pada saat audit. Transparansi hasil pemeriksaan dan kejelasan sanksi juga dibutuhkan agar publik menilai ada perbaikan sistem, bukan sekadar pernyataan formal.

  • Disiplin petugas pengolahan dan penyajian makanan harus diawasi ketat.
  • Penanganan medis korban didahulukan sebelum proses administratif selesai.
  • Evaluasi rantai pasok dan higiene SPPG perlu dilakukan secara berkala.
  • Komunikasi cepat ke orang tua dan pengasuh santri membantu meredam keresahan.

Dengan desakan Menko Pangan, bola kini berada di tangan BGN untuk membuktikan penegakan aturan berjalan konkret. Masyarakat Jawa Timur, termasuk warga Malang yang mengikuti perkembangan program MBG, menunggu kepastian bahwa petugas yang lalai benar-benar ditindak dan standar keamanan pangan dipulihkan tanpa penundaan.

Ke depan, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang tersalur, tetapi dari sejauh mana setiap SPPG mampu menjamin makanan yang aman, layak, dan konsisten bagi anak-anak serta santri. Insiden di Sidoarjo menjadi alarm dini agar perbaikan prosedur dilakukan serentak di seluruh titik layanan.

Sumber: Sindo News.

Tag: keracunan MBG, Sidoarjo, Zulkifli Hasan, BGN, SPPG, santri Jatim, Makan Bergizi Gratis, pengawasan pangan