TERKINI
Indeks
Nasional

Perluasan Program Pelita Pelindo Sasar Anak, Orang Tua, dan Ibu Hamil di Jakarta Utara

Upaya menurunkan angka stunting kembali mendapat dukungan dunia usaha melalui program pelita pelindo yang diperluas pada 2026. PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menargetkan penerima manfaat di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, dengan pendekatan yang menyentuh anak, orang tua, dan ibu hamil sekaligus. Bagi pembaca di Malang dan Jawa Timur, langkah ini relevan karena stunting tetap menjadi isu nasional yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia di seluruh daerah.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bernama Pelita, kependekan dari Pelindo Lingkungan Tanpa Anak Stunting, dijalankan bersama enam entitas di lingkungan Pelindo Group. Fokus utamanya mencakup pemenuhan gizi, penguatan pengetahuan keluarga, serta pendampingan kesehatan agar pencegahan tidak bersifat sesaat.

Sasaran penerima dan lokasi pelaksanaan

Pada perluasan tahun 2026, program menyasar 30 anak dengan kondisi stunting, 30 orang tua atau wali, serta 25 ibu hamil di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara. Angka tersebut menegaskan skala intervensi yang terukur, bukan sekadar kampanye simbolik.

Anak penerima manfaat mendapat makanan tambahan bergizi dan pemantauan tumbuh kembang secara intensif. Orang tua memperoleh materi pola asuh sehat, sementara ibu hamil diarahkan pada kecukupan nutrisi sejak masa kandungan. Kombinasi ini menempatkan rumah tangga sebagai pusat perubahan perilaku.

Pernyataan manajemen soal generasi mendatang

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT PSL, Dewi Fitriyani, menekankan bahwa stunting berkaitan dengan masa depan generasi, bukan hanya soal tinggi badan anak. Ia menyampaikan bahwa intervensi harus menyeluruh, menjangkau orang tua dan ibu hamil, bukan terbatas pada anak saja. Keterangan tersebut dirilis pada Rabu, 2 September 2026.

Menurut Dewi, pemenuhan gizi anak perlu diiringi peningkatan kapasitas keluarga agar tumbuh kembang terjaga. Melalui Pelita, perusahaan mendukung arah kebijakan pemerintah menurunkan prevalensi stunting sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih sehat dan kompetitif.

Edukasi gizi dan pelatihan pangan lokal

Bagi 30 orang tua atau wali, program menyediakan edukasi pola asuh serta pelatihan mengolah bahan pangan lokal yang hemat biaya namun tetap bernilai gizi. Pendekatan praktis ini diharapkan mudah diterapkan sehari-hari di lingkungan padat penduduk seperti Rawa Badak Utara.

Di sisi ibu hamil, sebanyak 25 peserta menerima vitamin untuk menopang kebutuhan nutrisi kehamilan. Titik perhatian diarahkan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, fase yang kerap disebut kritis dalam mencegah gangguan pertumbuhan jangka panjang.

  • 30 anak: makanan tambahan bergizi dan pantau tumbuh kembang
  • 30 orang tua/wali: edukasi pola asuh dan olah pangan lokal
  • 25 ibu hamil: dukungan vitamin dan nutrisi kehamilan

Arti penting bagi pembaca Malang dan Jatim

Meski lokasi kegiatan berada di Jakarta Utara, pola kolaborasi BUMN, keluarga, dan pemerintah daerah bisa menjadi rujukan pembelajaran bagi kota-kota lain, termasuk Malang Raya. Prinsip yang sama—gizi cukup, orang tua teredukasi, dan ibu hamil terpantau—berlaku universal dalam strategi pencegahan stunting.

Sinergi lintas entitas di internal Pelindo Group juga memperlihatkan bahwa penanganan stunting membutuhkan konsistensi, data sasaran yang jelas, serta pendampingan berulang. Model serupa dapat diadaptasi lembaga lain sepanjang tetap merujuk pada angka resmi dan kebutuhan lokal setempat.

Dengan perluasan Program Pelita 2026, PT Pelindo Sinergi Lokaseva menempatkan pencegahan stunting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang terukur. Keberlanjutan hasil akan sangat ditentukan oleh keterlibatan keluarga dan pemantauan kesehatan yang tidak terputus setelah bantuan gizi diberikan.

Sumber: Sindo News.

Tag: stunting, program pelita, pelindo, jakarta utara, gizi anak, ibu hamil, TJSL, pencegahan stunting