TERKINI
Indeks
Nasional

Kunjungan Sudin Jakbar ke IMDE Buka Jalan Digitalisasi Puluhan Ribu UMKM

Upaya memperkuat daya saing UMKM Jakarta Barat mendapat momentum baru setelah pejabat daerah menjalin komunikasi intensif dengan lembaga pendidikan digital. Langkah itu relevan dicermati pelaku usaha di Malang dan Jawa Timur yang juga tengah beradaptasi dengan pasar daring.

Suku Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Barat meninjau Institut Media Digital Emtek (IMDE) pada Kamis, 27 Agustus 2026. Rombongan disambut Rektor IMDE Totok A. Soefijanto, Ed.D., beserta jajaran rektorat. Pertemuan difokuskan pada silaturahmi sekaligus peluang kolaborasi lintas sektor demi ekonomi lokal.

Potensi ribuan pelaku usaha yang perlu didampingi

Wilayah Jakarta Barat mencatat lebih dari 42.000 UMKM dengan produk beragam, mulai kuliner, kriya, hingga tekstil. Volume tersebut dinilai besar, namun masih membutuhkan pendampingan agar barang lokal mampu menembus saluran penjualan yang lebih luas.

Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat Andronico Parulian menegaskan bahwa adaptasi teknologi menjadi syarat keberlanjutan. Tanpa penguatan kemampuan digital, produk daerah berisiko tertinggal di tengah persaingan ekonomi berbasis platform. Edukasi wirausaha pun diarahkan ke praktik pemasaran modern.

Peran kampus digital dan kunjungan ke Emtek Commerce

IMDE memusatkan perhatian pada pendidikan bisnis digital, teknologi, dan media. Mahasiswa dibekali keterampilan praktis seperti pemasaran daring, pengelolaan usaha kontemporer, serta kreativitas yang ditopang perangkat teknologi.

Selain pertemuan di kampus, rombongan menyambangi Emtek Commerce di kawasan Emtek City, Daan Mogot. Di lokasi itu, mereka mengamati operasional e-commerce dan pendekatan pemasaran digital yang diterapkan sehari-hari. Observasi lapangan dimaksudkan agar rancangan pelatihan selaras dengan kebutuhan pasar nyata.

Dari triple helix menuju pentahelix KUKM

Rektor Totok A. Soefijanto menilai kerja sama dengan Sudin PPKUKM Jakarta Barat penting untuk membangun koperasi serta usaha kecil dan menengah yang andal. IMDE berencana melibatkan mitra di Grup Emtek, termasuk Emtek Commerce dan Bukalapak, dalam skema pelatihan.

Menurutnya, model kolaborasi tidak berhenti pada pemerintah, akademisi, dan bisnis. Media serta komunitas KUKM ikut dilibatkan sehingga terbentuk pentahelix. Banyak pelaku mikro masih perlu menajamkan kemampuan memanfaatkan kanal digital setelah nyaman berjualan secara konvensional.

  • Pelatihan pemasaran lewat media sosial
  • Manajemen konten bisnis
  • Efisiensi transaksi elektronik
  • Pengenalan live shopping untuk jangkauan lebih luas

Tawaran kerja sama resmi dan manfaat bagi daerah lain

Sebagai langkah konkret, Sudin PPKUKM Jakarta Barat menawarkan kerja sama formal agar IMDE turut merancang serta mengisi program pembinaan UMKM di wilayahnya. Materi mencakup pemasaran media sosial, pengelolaan konten, hingga efisiensi pembayaran elektronik.

Pihak kampus menyambut tawaran itu sebagai bagian pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat. Kolaborasi diharapkan menjembatani kesenjangan keterampilan digital dan mendorong puluhan ribu wirausaha berubah menjadi pelaku ekonomi daring yang lebih mandiri.

Bagi pembaca di Malang, pola kemitraan pemerintah–kampus–platform digital ini bisa menjadi rujukan diskusi kebijakan lokal tanpa meniru detail program Jakarta Barat. Prinsipnya sama: produk unggulan daerah butuh kanal penjualan modern agar tidak hanya bertumpu pada pasar fisik.

Dengan pelatihan terarah dan dukungan ekosistem, UMKM Jakarta Barat diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara. Keberhasilan model serupa di kota lain, termasuk kawasan Malang Raya, akan bergantung pada konsistensi pendampingan dan kesiapan pelaku usaha menguasai perangkat digital.

Sumber: Liputan6.

Tag: UMKM Jakarta Barat, pelatihan digital, IMDE, Sudin PPKUKM, ekonomi lokal, e-commerce, KUKM, pemasaran daring